Sel Punca; Riwayat & Peranannya

Secara umum, definisi sel punca atau sel induk (dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama stem cell) adalah sel biologis tidak terdiferensiasi yang dapat berdiferensiasi menjadi sel khusus dan dapat membelah (melalui mitosis) untuk menghasilkan lebih banyak sel induk. Mereka ditemukan pada organisme multiseluler. Pada mamalia, ada dua jenis sel induk yang luas: sel induk embrionik, yang diisolasi dari massa sel dalam blastokista, dan sel induk dewasa, yang ditemukan di berbagai jaringan. Pada organisme dewasa, sel induk dan sel progenitor berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk tubuh, mengisi kembali jaringan dewasa. Dalam embrio yang sedang berkembang, sel induk dapat berdiferensiasi menjadi semua sel khusus – ektoderm, endoderm dan mesoderm – tetapi juga menjaga omset normal organ regeneratif, seperti jaringan darah, kulit, atau usus.

Dalam salah satu penelitian medisnya untuk mencari skeleton stem cells (sel induk kerangka) di tahun 2010, Siddhartha Mukherjee menemukan serta membuktikan sebuah fakta menarik bahwa sel induk kerangka memiliki empat sifat pokok yaitu:

Sel induk tinggal dimana mereka diharapkan untuk hidup.

Screen Shot 2017-06-13 at 11.11.07 PM

Sel-sel induk yang ia temukan hidup persis di bawah permukaan tulang, di bawah tulang rawan.

Sel induk tahu dan mampu berdiferensiasi menjadi sel yang dibutuhkan ketika mereka berpindah posisi.

Ketika ia membudidayakan sel-sel induk tersebut di piring petri di laboratorium, mereka membelah diri dan membentuk gulungan tulang rawan di sekitar mereka sendiri.

Sel induk merupakan ahli reparasi alami terbaik.

Screen Shot 2017-06-13 at 11.12.19 PM

Gambar diatas diambil dari penelitiannya terhadap tulang tikus yang retak, dan secara mengagumkan, sel-sel induk yang hidup di bawah lapisan tulang rawan segera melakukan tugasnya untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Nampak diatas (gambar G dan H), sel induk berdiferensiasi menjadi sel tulang (tampak berwarna kuning) dan sekelompok sel induk lainnya berdiferensiasi menjadi sel tulang rawan (tampak berwarna putih). Mereka sangat banyak dengan sistem kerja yang begitu efisien sehingga ketika Siddhartha memberi label dengan pewarna fluorescent, mereka nampak seperti segerombolan lem aneh yang “menyerbu” area dimana patah tulang terjadi (baca: kerusakan jaringan), melakukan perbaikan lokal kemudian menghentikan pekerjaan mereka ketika jaringan atauh organ yang dimaksud sudah kembali berbentuk seperti semula.

Jumlah sel induk menurun drastis, dengan cepat, sepuluh kali lipat, lima puluh kali lipat, seiring bertambahnya usia.

Fakta ini merupakan hal yang kurang menyenangkan namun inilah salah satu sifat sel induk.

Setelah melakukan penelitian ini, Siddhartha mengajukan pendapat bahwa masa depan dunia pengobatan haruslah mengenai “membangun sesuatu” bukan “membunuh sesuatu”. Ia yakin bahwa pola penyembuhan yang efektif dan efisien adalah dengan memaksimalkan potensi sel induk yang secara alami sudah ada di dalam tubuh manusia; dan bukan dengan memasukkan zat-zat kimia asing kedalam tubuh.

Senada dengan Siddhartha, seorang ahli bedah sekaligus Co-chair Global Advisory Council of the International Society for Stem Cell Research (ISSCR), Dr Susan Lim berfokus pada penelitian pada sel punca sebagai sumber potensial untuk pencangkokan sel, dan meninggalkan konsep cangkok organ.

Screen Shot 2017-06-14 at 12.54.10 AM

Pada tahun 2007, dua orang yang luar biasa, Shinya Yamanaka (Profesor di Kyoto University) dan Jamie Thomson (Director of Regenerative Biology di Morgridge Institute for Research, Wisconsin) membuat penemuan menakjubkan. Mereka menemukan bahwa sel dewasa dapat diprogram ulang kembali menjadi seperti sel induk embrio yang mereka sebut sel IPS atau “induced pluripotent stem cells.” Kemudian tebaklah yang terjadi, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mengubah sel dewasa yang menua, memprogram ulang sel-sel ini menjadi sel IPS yang lebih berguna. Dan di dalam laboratorium milik Susan, mereka memusatkan perhatian pada lemak dan memprogram ulang gundukan lemak menjadi sumber sel-sel muda — sel-sel yang dapat kita gunakan untuk membentuk sel-sel yang lebih khusus yang suatu hari dapat digunakan untuk pencangkokan sel. Jika penelitian ini berhasil, hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk meneliti dan mengorbankan embrio manusia.

Pada penelitian terpisah, seorang ahli bedah saraf fungsional dari Switzerland, Jocelyne Bloch merintis pengembangan transplantasi sel otak dewasa untuk pasien stroke, menggunakan sel induk mereka sendiri (baca lebih lanjut disini). Dia bertujuan untuk mengumpulkan semua strategi terapeutik baru ini di bawah payung umum yang akan mengoptimalkan pilihan pengobatan untuk pasien yang menderita gangguan neurologis.

Advertisements