5 Hal Pembunuh Impian

Hidup berawal dari mimpi” itulah sepenggal kata-kata bijak yang sering kita dengar. Ya memang benar. Tanpa mimpi, harapan maupun cita-cita, hidup bagaikan organisasi tanpa visi, tanpa misi, berjalan tak menentu tanpa arah.

Mimpi (dalam hal ini berkaitan dengan harapan, atau cita-cita) merupakan kompas kehidupan. Jika kita yakin dengan mimpi yang kita miliki, maka secara otomatis alam bawah sadar kita akan membentuk pola pikir tertentu dimana pada akhirnya mengarahkan struktur pengambilan keputusan yang berujung pada tindakan nyata untuk mewujudkannya. Terdengar sederhana dan mudah dilakukan bukan? Hanya butuh sebuah mimpi, alam bawah sadar anda akan bertindak dengan sendirinya dan voila! mimpi anda menjadi nyata. Namun pada kenyataannya, seringkali kita merasa mimpi yang kita miliki mustahil untuk diwujudkan atau setidaknya, jauh dari kenyataan. Benarkah begitu?
Bel Pesce, seorang entrepeneur muda kelahiran Brazil melakukan riset selama kurang lebih 2 tahun untuk mempelajari dan memahami lebih dalam mengenai bagaimana manusia dapat meraih impian.
Pada tahun 2014, Bel mengungkapkan kesimpulan dari hasil risetnya, dimana ia mengemukakan bahwa ada 5 pola pikir manusia yang dapat membunuh impiannya sendiri:

1. Percaya bahwa kesuksesan terjadi dalam semalam saja

DreamSering kita mendengar dan melihat seorang ahli teknologi meluncurkan sebuah aplikasi yang sukses besar dan meraup keuntungan yang berlimpah. Kebanyakan orang berpikir bahwa hal ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Namun jika kita lihat dan telusuri lebih dalam, orang tersebut pasti mendalami ilmu mengenai teknologi dalam waktu yang tidak singkat, mungkin 20 atau 30 tahun, dan berulang kali meluncurkan puluhan produk yang berbeda sebelum akhirnya ada 1 produk yang bisa diterima masyarakat luas dan menarik orang untuk membelinya.
2. Percaya bahwa akan ada seseorang yang memiliki semua jawaban atas keraguanmu

wise manKita memang selalu mencari seseorang untuk membantu kita dalam meraih impian kita, dan kerap kali orang ingin membantu, benar? Semua orang termasuk keluarga, teman-teman, partner bisnis, mereka memiliki pendapat akan apa yang harus anda lakukan. “Saya menyuruhmu, jalan lewati jalur ini.” Tapi tiap kali anda melewatinya, akan ada persimpangan jalan lain yang harus anda ambil juga. Dan anda harus membuat keputusan anda sendiri. Tidak ada yang dapat memberi jawaban yang sempurna untuk hidup anda, dan anda harus memilih keputusan tersebut, benar? Semakin banyak persimpangan yang anda temui dalam perjalanan anda, semakin banyak kesempatan anda untuk menentukan pilihan yang terbaik. Disitulah letak keindahan perjalanan anda untuk meraih impian.

3. Bersantai ketika ada jaminan untuk tumbuh dan berkembang

relaxKonsep yang ketiga ini memang terkesan ambigu, namun sangat penting untuk kita pahami. Ketika kehidupan anda semakin jaya, anda telah membangun tim yang hebat, dan ada peningkatan pendapatan dan semuanya tertata rapi kini waktunya untuk menetap. Inilah pemikiran sebagian besar orang. Bel mengisahkan, ketika ia merilis buku pertamanya, dia bekerja sangat keras untuk mendistribusikannya di Brazil. Oleh karena itu, lebih dari tiga juta orang mengunduhnya, lebih dari 50,000 orang membeli eksemplar bukunya. Lalu ketika dia menulis sebuah sequel, beberapa jaminan telah ada; walaupun dengan usaha yang relatif sedikit, penjualan terlihat baik. Namun baik tidak pernah baik. Ketika anda bertumbuh menuju puncak, anda perlu bekerja lebih keras dan menemukan puncak selanjutnya. Merujuk pada kisahnya diatas, mungkin jika Bel bekerja sedikit, ratusan ribu orang akan membacanya, dan itu sudah cukup baik. Namun jika ia bekerja lebih keras ia bisa menarik angka ini pada jutaan. karena itu Bel memutuskan agar bukunya terdistribusi di setiap provinsi di Brazil. Terbukti, dia melihat puncak yang lebih tinggi.

4. Percaya bahwa kesalahan selalu milik orang lain

imageedit_4_5125324025Selama risetnya mengenai topik ini, Bel senantiasa melihat orang berkata, “Ya, saya memiliki ide yang hebat, tapi tidak ada investor yang berinvestasi.” “Oh, saya membuat produk yang luar biasa, tapi pasarnya tidak bagus, dan penjulannya tidak berjalan baik.” atau, “Saya tidak dapat menemukan talenta; tim saya tidak bisa diharapkan.” Jika anda memiliki mimpi, adalah kewajiban anda untuk merealisasikannya. Ya, mungkin sulit untuk mencari bakat yang hebat. Ya, pasar bisa saja buruk. Namun jika tidak ada yang berinvestasi pada ide anda, jika tidak ada yang membeli produk anda, sudah pasti ada kesalahan yang anda buat. Sudah pasti. Anda perlu meraih mimpi anda dan membuatnya menjadi kenyataan. Dan tidak ada seorangpun yang mencapai tujuannya sendiri. Dan jika anda gagal, itu salah anda sendiri dan bukan orang lain. Bertanggung jawablah akan mimpi-mimpi anda.

5. Percaya bahwa hal yang terpenting dalam mimpi adalah mimpi itu sendiri

Bel mengisahkan, suatu kali ia melihat sebuah iklan. Disitu terlihat sekelompok teman, mereka akan mendaki sebuah gunung yang sangat tinggi, dan dibutuhkan usaha keras. Mereka terlihat berkeringat dan hal itu sungguh berat. Dan mereka terus mendaki, dan akhirnya mencapai puncaknya. Tentu saja mereka merayakannya, kan? Saya akan merayakannya, jadi “Ya! Akhirnya kita sampai di puncak!” Dua detik kemudian, yang satu menoleh ke yang lain dan berkata “Baiklah, mari kita turun.”
Kehidupan bukanlah soal tujuan itu sendiri. Kehidupan merupakan sebuah perjalanan. Ya, anda seharusnya menikmati tujuan itu, namun orang berpikir anda memiliki mimpi-mimpi, dan setiap kali anda berusaha mencapai salah satunya, disitulah tempat nan ajaib dimana kebahagiaan mengelilingi. Namun meraih sebuah mimpi adalah sensasi sementara saja, sedangkan kehidupan kita bukan. Salah satu cara untuk mencapai mimpi-mimpi anda adalah dengan menikmati setiap langkah perjalanan anda. Itulah cara yang terbaik.

Perjalanan kita dalam meraih mimpi sebenarnya sangatlah sederhana namun begitu kompleks; langkah demi langkah. Beberapa langkah akan tepat sasaran. Terkadang anda akan tersandung. Jika tepat sasaran, rayakanlah, karena beberapa orang sangat menantikannya. Dan jika anda tersandung, ubahlah hal itu menjadi pelajaran. Jika tiap langkah menjadi suatu pelajaran atau perayaan, pasti anda akan menikmati perjalanan ini.

Advertisements